Dampak Pemerataan Internet bagi Anak-Anak yang Hapuskan Permainan Turun-Temurun

dampak internet

Dampak Negatif Pemerataan Internet bagi Anak-anak | Hari ini, revolusi industri digital telah menyentuh sebagian besar wilayah di Indonesia, bahkan telah menembus daerah-daerah pelosok seperti pedesaan. Kenyataan ini sejatinya mestilah berdampak baik demi tersalurnya informasi secara cepat dan efisien. 

Internet saat ini menjadi salah satu perkembangan yang pantas diapresiasi. Pasalnya, pemerataan yang berhasil terwujud secara bertahap ini telah menciptakan banyak sekali peluang usaha, dan lapangan pekerjaan bagi mereka yang memiliki skill khusus, misalnya menjadi Freelancer, Youtuber, Marketer dan sebagainya.

Namun di sisi lain, pemerataan jaringan internet juga memberikan sedikit banyaknya dampak buruk bagi perkembangan karakter, dan sikap anak-anak kita, yang umumnya masih harus mengenyam pendidikan dasar.

Ditambah lagi kemajuan dunia teknologi yang memberikan penawaran terbaik dalam penyediaan telepon pintar, dengan fitur mempuni, harga terjangkau dan spesifikasi yang tinggi.

Baca Juga: Cara Mendapatkan uang dari internet tanpa modal

Kendati demikian, golongan di bawah umur yang seharusnya mendapat pendidikan secara efektif, kefokusan malah terbagi oleh internet, terkhusus game-game online yang amat sangat menyita waktu.

Parahnya lagi, sebagian besar permainan yang menghiasi masa kanak-kanak kita, perlahan terlupakan dan ditinggalkan oleh eksistensi game online yang ganas menyerang kalangan anak kecil.

Dari kasus tersebut bisa tergambar dengan jelas, betapa pengaruh game di internet sangat berperan besar dalam peralihan zaman, sehingga segenap pengisi waktu luang kita di masa kecil hampir punah.

Dampak Pemerataan Internet bagi Anak

dampak negatif internet untuk anak-anak

Nah, pada artikel ini, saya akan menjabarkan beberapa pengaruh Negatif Internet bagi anak-anak, khususnya sebagai media pendatang yang perlahan menghapus permainan masa kecil kita. Beberapa poin tersebut antara lain adalah :

1. Perkembangan Mental terhambat

Masa kecil merupakan masa-masa yang paling tepat untuk memupuk mental serta mengembangkannya. Masa kecil, kita disuguhkan dengan permainan-permainan yang mampu mengasah mental secara bertahap.

Dengan permainan rutin, seorang anak akan mampu melatih ketahanan fisik, kemampuan kognitif serta mempermudah berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang kain.

Berbanding terbalik jika membiasakan diri dengan game di internet, bukannya mental yang terasah, malah lama kelamaan akan depresi, yang akhirnya berdampak pada kesehatan anak. 

Ini diakibatkan oleh kecanduan yang berlebihan. Kita tahu bahwa Game online sangat mampu mempengaruhi pemikiran seseorang, untuk terus dan terus memainkannya.

Sehingga sering kali waktu yang seharusnya digunakan untuk makan dan tidur, malah dirampas oleh game online. Apa yang didapat selanjutnya? Anak kita akan terkena depresi, sulit berinteraksi dengan lingkungan luas hingga kemampuan berkomunikasi yang terhambat.

2. Tertutup VS. Interaksi Sosial

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa, seorang anak yang kecanduan game online akan memiliki manajemen waktu yang sangat buruk, apalagi lemahnya kontrol dari Orangtua

Nyatanya, hal ini sangat berpengaruh buruk bagi kehidupan sosial anak. Dia akan lebih cenderung menghabiskan waktu di kamar, daripada berkumpul bersama keluarga, teman-teman dan lingkungan, yang sejatinya menjadi guru pertama baginya.

Jika di masa ketika kita kecil dulu, misalnya sepulang sekolah, banyak sekali waktu yang bisa dipergunakan untuk bermain petak umpet, menonton televisi bersama, mandi ke sungai, Berlatih Tari Tradisional dan lainnya.

Namun kita hal seperti di atas akan sangat sulit sekali untuk ditemukan. Entah ini akan pulih lagi atau malah semakin menjadi-jadi, Wallahu A’lam.

3. Pornografi VS. Pendidikan Agama

Selain game online, internet dan telepon pintar juga membuka kesempatan bagi semua orang untuk bisa dengan bebas, dalam mengakses situs-situs  Porn0graf1, baik via aplikasi maupun website.

Meskipun Pihak Kominfo telah menggencarkan pemblokiran besar-besaran terhadap keberadaan situs-situs Porn0graf1, namun hal tersebut bukan jadi penghalang untuk tetap bisa diakses.

Hal ini tentunya menjadi masalah serius bagi anak dan PR besar bagi para orang tua. Pembelajaran yang belum seharusnya tersalurkan, akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang telah dianggap lumrah.

Di masa lalu, saya dan anda hampir setiap Minggu subuh dan sehabis magrib, disirami ilmu serta pengetahuan agama yang ke menjadi pondasi dasar dalam bertingkah, bertindak dan bersikap, sehingga menciptakan budi pekerti luhur yang sangat bermanfaat.


Di era digitalisasi ini, kita memang tidak patut menyalahkan serangkaian perkembangan yang terjadi dan terus tumbuh ini. Tinggal lagi, yang terpenting adalah bagaimana metode yang kita terapkan dalam mengontrol penggunaan gadget bagi anak-anak kita.

Boleh-boleh saja jika membelikan mereka sebuah Smartphone, karena didalamnya juga banyak ilmu yang bisa didapat, namun bukan berarti memberikan kebebasan mutlak bagi mereka dalam menggunakannya, karena kesempatan terjadinya perilaku menyimpang akan semakin besar.

Demikianlah, Dampak Perkembangan Internet dan Game Online bagi anak-anak oleh Senipedia, yang perlahan membuat mereka lupa betapa mengasyikkannya permainan sehari-hari bersama teman dan keluarga.

Semoga dengan adanya arikel ini, semakin banyak para orangtua yang memberikan pengendalian penuh dalam penggunaan gadget bagi anak. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three + 11 =